
Dengan memanfaatkan 6

Dan dimulailah pendakian yang penuh dengan darah dan air mata. Secara tanjakannya yang sangat curam, dilengkapi dengan udara khas pegunungan: dingin dan kadar oksigen rendah, yang membuat motor-motor semakin tidak berdaya. Bahkan kami sempat dengan terpaksanya mendorong motor agar dapat menanjak naik inci demi inci.

Hingga akhirnya sampai di kawah, dan HERE WE GO! PHOTO SESSION!. Dan ternyata Ridho, Dadang, dan Erry, turut serta menyusul kami, sehingga jumlah pasukan

Setelah selesai sesi pemotretan, kami pun kembali turun. Bisa Anda bayangkan jika curamnya jalan hingga sulit ditanjaki, bagaimana dengan turunnya? Ya! Saya menggunakan posisi perseneling netral dan mematikan mesin, sehingga motor melaju hanya dengan energi potensial dan gaya gravitasi. Ternyata tidak jauh berbeda dengan naik roller-coaster, yang dapat diindikasikan oleh teriakan Mel yang kebetulan saya boncengi. Hingga menghasilkan tamparan yang tentunya tidak mesra pada helm yang saya kenakan. Hahahahaha...

Setelah berada di gerbang masuk Kawah Putih, kami memutuskan untuk beristirahat dan beribadah sebentar. Beberapa orang tampak membeli strawberry baik untuk dikonsumsi langsung maupun untuk dibawa pulang. Seusai istirahat, maka diputuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Situ Patenggang! Dengan bensin yang sudah mulai menipis karena tanjakan yang banyak memeras bahan bakar, kami pun melaju menembus dinginnya udara dan hujan yang menyertai. Jalan aspal terjal berliku kembali mengiringi perjalanan, dihiasi oleh kebun teh yang ada di sisi jalan.

Hingga akhirnya sampai juga di Situ Patenggang, yang ternyata selama perjalanan banyak terjadi hambatan karena saling terpisah, baik karena hambatan kendaraan atau pengendara maupun karena beberapa orang yang dengan sengaja tanpa ada rasa dosa berhenti di jalan hanya untuk melakukan photo session! Ya, kapan lagi bisa menikmati masa-masa seperti ini kalau bukan di saat liburan seperti ini. Aktifitas di Situ Patenggang tidak jauh-jauh dari yang sebelumnya, photo session dengan pose andalan: di atas batu cadas.

Hingga akhirnya hari sudah cukup sore, kami memutuskan untuk kembali pulang. Dengan dimulainya hujan gerimis tebal yang mengiringi kepulangan, serta Mel yang sempat membeli gorengan sebagai
Perjalanan dilanjutkan dengan pemberhentian di salah satu tempat makan di Soreang. Tampak para peserta sudah sangat lelah, kedinginan, serta kelaparan. Hal ini dapat dipastikan dengan laku kerasnya "order bakul nasi" oleh peserta selama makan. Sering matahari mulai semakin hilang, kami langsung pulang ke kampus kembali. Setelah berkumpul kembali di tempat yang sama sebelum keberangkatan, maka ditutuplah acara jalan-jalan kali ini dengan kata-kata mutiara : "jalan jalan berikutnya: februari 2007 setelah sidang". Tentunya masih banyak peserta yang belum mengikuti sidang, termasuk saya sendiri.
Foto-foto langsung diunduh dari kamera digital Mel, serta sudah diunggah ke situs flickr. Namun ada juga foto yang berasal dari kamera digital Erry. Berhubung sampai saat tulisan ini diturunkan saya belum ada bertemu dengan beliau, sehingga foto dari kamera digital beliau belum saya unduh, apalagi saya unggah.











mysyam
wah.. aku juga pernah hampir nyampe situpatenggang dham, tapi karena anak² dah pada seneng di bawah (kebun teh-red) --mereka pada photo² dan masak²-- akhirnya uda deh, mobil parkir disitu, ga jadi naik ke atas..
2007-01-30 15:11:57 from 222.124.76.92/92.subnet222-124-76.speedy.telkom.net.id comment permalink